Kurus amat, menderita ya?

IMG_20160525_184904_1464177075062

Pertanyaan di atas sering sekali diajukan kepada saya dari  sebelum menikah, entah kenapa orang menganggap saya kurus, Padahal menurut saya pribadi, berat badan saya ideal ( ecieee…😁 )  tinggi 158 dan berat badan 48 ideal kaaaaan ?  Malah kadang bisa sampai 52 kg.  Saya itu ga kurus sebenarnya cuma penampakannya saja yang rada papan, eh begitu keluar pernyataan saya itu malah sepupu saya pada nyeletuk “berat kamu sebenarnya ga seberapa yang berat itu dosanya kamuh… 

Kzl ga sik?😭😖.

Sepupu saya ingin lebih langsing, sebaliknya,saya ingin lebih berisi, emang manusia banyak maunya ya?

Opini si kurus identik dengan penderitaan ternyata ada dasarnya lho, dalam ilmu psikology disebutkan bahwa orang yang memiliki tubuh kurus itu kontrol dirinya tinggi, kontrol diri yang tinggi juga diikuti dengan sifat preventif yang tinggi pula jadi jangan heran orang yang kurus cenderung lebih pencemas dan parnoan dan ini menyebabkan proses metabolisme dalam tubuh juga menjadi lebih cepat dibandingkan orang biasa. Apabila kalau lagi stres maka nafsu makannya juga menurun dan akan berdampak pada turunnya berat badan juga.

Sebaliknya, orang yang memiliki berat badan berlebih memiliki kontrol diri yang sedikit lebih rendah dibandingkan orang kurus, makanya mereka kelihatan lebih santai dan ceria dibandingkan dengan orang kurus. Bagaikan bumi dan langit dengan si kurus yang tidak nafsu makan kalau ada masalah, kalau sedang stres orang dengan berat badan berlebih  justru lidahnya ingin terus bergoyang.

Saya tidak pernah menganggap kalau saya kurus tapi saya sadar kalau saya tipe pencemas

Contohnya kalau tiba – tiba pak suami harus dinas luar, biasanya nyetir bisa sampai 6-9 jam ke kota tujuan, nah selama itu pula saya harus menanggung rasa cemas, bolak balik lihat jam sambil menunggu kabar dari pak suami, bayangkan kalau pak suami berangkatnya malam hari, saya akan terus terjaga sampai dapat kabar pak suami sudah sampai dengan selamat. alhasil saya bergadang semalaman kk..😖, besoknya langsung puyeng😴

Apakah sifat cemas itu membuat seseorang menderita?  Jawabannya iya

Tapi bukan berarti si kurus itu hidupnya menderita lho ….😉

Yang anehnya lagi pak suami kan kurus, tapi dia malah santai orangnya, malah kelewat santai menurut saya.

jangan – jangan beliau sebenarnya si gendut yang terperangkap dalam tubuh sikurus😂

Intinya mau punya badan kurus ataupun gendut tidak bisa menjadi tolak ukur untuk menilai kehidupan seseorang itu bahagia atau menderita. Karena kebahagian itu letaknya dihati bukan di body😁

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *