Cilok Terenak

kemarin saya kembali membuat cilok, karena masih penasan dengan rasa cilok yang yang makin dicolok makin sip ituuh… hihihi…
akhirnya saya dapat resep cilok dari blognya mba Endang http://justtryandtaste.com, dan emang betul,  ini cilok emang yahud, rasa ciloknya ya ga bisa diupgrade lagi, namanya juga tepung kanji dibumbuin, tetap saja berasa tepung, kalau sudah tambah ikan atau daging ya bukan cilok lagi namanya, sudah berubah menjadi bakso kan ya?
yang membuat cilok ini istimewa adalah bumbu kacangnya yang menggunakan bumbu pecal di campur dengan bumbu rujak…., cobain dech, untuk resep cilok, saya rasa ini yang paling juara, dan paling nendang kalau bahasa koreanya “ceo roe yo” … hihihi…
ini nich saya copy kan resepnya ya….?

Bahan cilok:

– 250 ml air kaldu ayam atau sapi

– 2 – 3  sendok teh garam
– 4 siung bawang putih dihaluskan
– 1 1/2 sendok teh merica bubuk
– 125 gram tepung terigu serba guna

– 2 butir telur

– 200 gram tepung tapioka/sagu/kanji

– 3 batang daun bawang rajang sehalus mungkin

Bahan sambal rujak:

– 250 – 300 ml air bekas merebus cilok
– 3 sendok makan air asam Jawa
– 1/2 sendok teh terasi bakar, haluskan dan encerkan dengan 1 sendok makan air
– 5 butir cabai rawit, dihaluskan
– 2 siung bawang putih, dihaluskan
– 150 gram gula Jawa + 50 gram gulapasir
– 1 1/2  sendok teh garam, tambahkanjika kurang asin
– 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 3 sendok makan air

Siapkan panci anti lengket, masukkan air kaldu, garam, bawang putih dan merica. Rebus dengan api sedang hingga air kaldu mendidih. Matikan api. Masukkan tepung terigu, aduk cepat dengan spatula kayu hingga menjadi adonan padat dan menggumpal. Hidupkan kompor dan masak dengan menggunakan api kecil selama 1 menit sambil diaduk-aduk. Angkat dan lebarkan adonan di panci agar mudah dingin.

Diamkan adonan agar tidak panas lagi, supaya telur tidak matang saat kita masukkan ke dalamnya. Tes suhunya dengan ujung jari kelingking anda, jika jari terasa nyaman walau adonan masih hangat maka adonan telah siap.

Masukkan telur, daun bawang dan tepung tepung tapioka. Aduk dengan spatula hingga tercampur kemudian uleni adonan dengan jemari tangan anda. Adonan luwes tidak terlalu lengket, jadi jangan tergoda untuk menambahkan tepung sagu/tapioka/kanji. Jika terasa lengket, celupkan tangan anda ke dalam tepung tapioka dan lanjutkan menguleni hingga kalis.

Dengan tangan yang dilumuri dengan sedikit tepung, ambil sekitar 1 sendok teh adonan. Bulatkan dengan menggelindingkannya di telapak tangan. Tata di permukaan loyang.Lakukan hingga adonan habis.

Siapkan panci, beri air agak banyak dan rebus hingga air mendidih. Masukkan butiran cilok dan rebushingga cilok mengapung di permukaan panci dan ukurannya menjadi membesar. Ambil cilok yang mengapung dengan saringan/serokan kawat. Biarkan air rebusan cilok, kita akan menggunakannya untuk mengukus dan membuat sambal rujak.

Masukkan air rebusan cilok  ke dandang kukusan, sisihkan sekitar 250 ml untuk membuat sambal rujak. Letakkan saringan dandang dan masukkan cilok. Kukus selama 15 – 20 menit atau hingga cilok berubah warnanya menjadi sedikit transparan di permukaannya. Matikan api kompor dan biarkan cilok di dalam kukusan agar tetap hangat.

Cara membuat bumbu rujak

Siapkan panci kecil, masukkan semua bahan sambal rujak, kecuali maizena. Rebus dengan api sedang hingga mendidih dan matang. Masukkan larutan tepung maizena, lanjutkan merebus sambil diaduk-aduk hingga kental. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya. Angkat.

Bahan sambal pecal :

– 1 kg kacang tanah beserta kulit arinya, goreng hingga matang

– 1/2 kg gula aren, sisir hingga halus  (gula aren lebih sedap dibanding gula merah biasa)

– 150 gram cabai merah keriting, potong-potong sepanjang 3 cm

– 10 butir cabai rawit merah (skip jika tidak ingin pedas), iris bagian tengah cabai dengan pisau tajam agar tidak meletus saat di goreng

– 1/2 bonggol bawang putih (sekitar 7 siung)

– 20 gram kencur (sekitar 6 buah kencur ukuran 1 ruas jari)

– 10 lembar daun jeruk purut

– 3 sendok makan garam, gunakan sendok makan biasa

– 5 sendok makan air asam Jawa yang kental (rendam asam Jawa dengan air panas untuk menghasilkan cairan asam yang kental)

– 100 ml minyak untuk menumis bumbu

Cara membuat:

Siapkan kacang tanah, saya menggunakan kacang beserta kulit arinya untuk menghasilkan sambal yang lebih gelap warnanya. Anda bisa menggunakan kacang yang telah dikupas.

Siapkan wajan, masukkan minyak agak banyak. Panaskan minyak dan goreng kacang sambil diaduk-aduk agar matangnya merata. Hati-hati, kacang cenderung suka meletup kala di goreng. Goreng hingga kacang terlihat mulai berubah warna menjadi gelap. Jangan goreng kacang terlalu berlebihan karena kacang akan terus melanjutkan pematangannya bahkan saat telah diangkat dari minyak. Angkat kacang dan tiriskan.

Siapkan food processor atau blender. Karena kapasitas food processor saya yang terbatas maka saya membagi kacang menjadi beberapa bagian. Proses kacang tanah hingga halus, lakukan pada semua kacang dan tuangkan kacang di wadah besar.

Saya juga menghaluskan gula aren sisir di food processor. Tuangkan gula ke wadah berisi kacang halus.

Siapkan wajan bekas menggoreng kacang. Tuangkan sebagian minyak ke wadah lainnya, sisakan sekitar 100 ml minyak goreng. Goreng cabai, bawang putih, kencur dan daun jeruk hingga semua bahan layu dan matang. Angkat dan tiriskan dari kelebihan minyak. Haluskan cabai dan bumbu lainnya ini hingga halus. Saya memasukkannya ke dalam gelas blender dan  proses hingga halus.

Tuangkan bumbu halus, garam dan air asam jawa ke dalam wadah berisi kacang tanah yang dihaluskan. Aduk hingga rata. Saya mengaduknya menggunakan tangan yang terbungkus dengan sarung tangan agar semua bumbu bisa tercampur merata dengan kacang. Aduk dan remas-remas semua bahan sehingga sambal terasa mulai liat, lengket dan menggumpal. Cicipi rasanya. Tambahkan garam jika kurang asin.

campur 3 sdm sambal rujak dan 3 sdm sambal kacang lalu masukkan ciloknya… syedaaaaap.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *