Engkot Keumamah Teupeleumak / Gulai Ikan Kayu

IMG_20150912_170149

gulai ikan kayu

Alhamdulillah bunda tercinta tahun ini diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji setelah mengantri  kurang lebih 5 tahun, jemaah haji Aceh nomor antriannya panjang buanget, ini juga salah satu dampak dari berkurangnya kuota jamaah haji untuk Indonesia, pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan baru ini karena lingkungan mesjidil haram sedang dalam proses renovasi, kita doakan cepat selesai ya teman – teman agar kuota jemaah haji Indonesia bisa  bertambah nantinya.

Terkait dengan renovasi masjidil haram, baru – baru ini telah terjadi musibah yaitu jemaah haji yang sedang siap – siap untuk melaksanakan ibadah shalat magrib tertimpa crane yang jatuh dari lantai 3 masjidil haram, kabar terbaru yang saya baca, 2 jamah haji asal Indonesia tewas, dan puluhan lainnya menderita luka – luka. Sempat was – was juga karena berita tersebut, hingga akhirnya Bunda mengabari kondisi beliau sehat dan aman, karna sebelum kejadian naas tersebut petugas haji melarang jemaah  haji asal  Aceh Besar untuk ke mesjidil haram, dikarnakan hujan badai dan badai pasir yang sedang melanda Mekkah.

Langkah, rezeki , pertemuan dan maut hanya Allah yang berhak mengatur, sebagai anak, saya hanya bisa berdoa, semoga bunda disana diberi kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji sehingga menjadi haji yang mabrur serta  pulang dengan selamat tidak kurang suatu apapun, Amiin.

Untuk saudaraku yang tertimpa musibah ini, semoga diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT. Kita doakan sama – sama ya teman – teman…?

Oke kembali ke judul awal yaitu Gulai ikan Kayu atau bahasa acehnya Engkot keumamah Teupeuleumak merupakan masakan sehari hari masyarakat aceh, ikan kayu ini biasanya terbuat dari ikan tongkol yang dikeringkan dengan cara dijemur diterik matahari setelah direbus, proses penjemuran dilakukan selama beberapa hari sampai ikan tersebut betul – betul kering , setelah kering, baru kemudian diiris tipis – tipis jika hendak dimasak. Ikan kayu ini awet disimpan selama beberapa bulan, karena alasan inilah jemaah haji asal Aceh sering membawa ikan ini untuk bekal lauk ditanah suci.

Berikut bahan – bahan yang dibutuhkan untuk memasak keumamah Teupeuleumak ini :

Bumbu halus :

200 gr  ikan kayu yang telah diiris tipis

4 siung bawang merah

3 siung bawang putih

Satu sendok the ketumbar

Setengah sendok the merica

5 buah cabe rawit

4 buah cabe merah

5 buah asam sunti

Kunyit seruas jari

Bumbu kasar :

4 buah cabe hijau , belah dua atau patah – patahkan

5 lembar daun jeruk purut ( saya memakai daun kari karena daun jeruk purut tidak tersedia dirumah )

3 batang serai, memarkan

Dua buah kentang, potong menjadi enam bagian

Santan dari setengah butir kelapa besar

Garam secukupnya

Caranya :

Campur semua bahan halus dengan ikan kayu beri sedikir air masukkan cabe hijau, daun jeruk purut, serai dan kentang masak hingga harum dan air menyusut.

Pisahkan inti santan, masukkan dahulu santan encer, aduk – aduk hingga mendidih, kecilkan api, masukkan inti santan atau santan kental, aduk cepat begitu mulai mendidih langsung angkat dan aduk – aduk selama 1 menit.

Note: selama proses menuangkan santan terus diaduk ya teman – teman agar santannya tidak pecah. Selamat mencoba 🙂

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *